Cerita akhir tahun 2018 di pucak gunung Matang Kaladan

Sudah pernah berlibur di kalimantan selatan ? jika belum tentu kamu harus mencoba mencari tahu spot dan tempat liburan yang ada di sini. Sebenarnya ada banyak sekali tempat berwisata atau sekedar untuk bersantai di area kalimantan selatan ini. Kamu bisa memilih antara wisata pantai, darat, atau pegunungan. Bagi kamu yang belum tahu ada 1 tempat yang baru saja kami kunjungi untuk menghabiskan liburan akhir tahun kemarin, dan juga bisa menjadi target liburan kamu di waktu yang akan datang. Bukit matang kaladan, ya itu adalah nama tempat nya.

Bukit matang kaladan ini berada di desa tiwingan lama, kecamatan aranio, kabupaten banjar, kalimantan selatan, tepatnya berada di sekitar dermaga bendungan riam kanan, sekitar 25 km dari kota banjarbaru.


Petualangan di mulai, setelah menempuh jarak kurang lebih 25 km dari banjarbaru dengan waktu kira kira 30 menit perjalanan darat untuk bisa sampai ke daerah desa tiwingan lama. kami memulai perjalanan pada jam 7 malam dari kota banjarbaru. Berbekal 5 kendaraan roda 2 dan beranggotakan 9 orang yang terdiri dari 5 orang laki laki dan 4 orang perempuan kami memuali perjalanan itu di malam hari.

Berangkat dari asrama putra pelaihari yang ada di banjarbaru, kami berhenti sebentar di alfamart untuk sekedar mengisi perbekalan kami, setelah di rasa semua kebutuhan logistik sudah di dapatkan kamipun memulai kembali perjalanan. belum lama berselang sekitar 10 menit kami memacu kendaraan turunlah hujan yang lumayan deras, dan akhirnya kami tak punya pilihan selain berteduh.
Selain kondisi cuaca yang ekstrim, kami juga harus bisa menjaga stamina tetap fit agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan dalam perjalanan.

setelah menunggu hampir 1 jam lama nya akhirnya curah hujan yang turun pun mulai bersahabat. Kamipun akhirnya sepakat untuk melanjutkan kembali perjalanan ini. Tepat jam 10 lewat 23 menit kami akhirnya sampai ke desa tiwingan lama, kondisi area yang licin dan malam yang dingin menyambut kami di sana. Setelah memastikan seluruh anggota dalam keadaan baik dan masih bersemangat kamipun mendaftarkan diri ke panitia pengelola yang ada di desa sekitaran lereng gunung.

Dengan membayar Rp. 3.000 / orang dan mecatat informasi nama dan kontak pada panitia, kamipun melanjutkan kembali perjalanan dengan berjalan kaki. Tak disangka walaupun perjalanan kami sedikit larut ternyata banyak kelompok petualang lain yang baru saja juga tiba dan akan mendaki ke atas gunung.

Dengan hati yang gembira serta rasa penasaran kami yang haus akan keindahan alam ini kamipun bersemangat untuk memulai pendakian pada malam yang dingin itu. Selang 20 menit berjalan kamipun dihadapkan dengan jalan yang mulai menanjak, dan dengan kondisi cuaca yang habis hujan jalan yang kami harus lewati pun menjadi sangat berbahaya karena licin dan terjal. untung saja sudah ada tangga yang di bangun oleh warga  untuk tempat berpijak para pendaki.
Tangga buatan yang di buat dengan menggali dan meratakan tanah serta di pasang dengan kayu membuat pendakian menjadi lebih mudah, akan tetapi jarak anak tangga satu dengan yang lainnya cuku tinggi menurut saya. Kira kira 60 cm jarak tangga tersebut membuat kami yang membawa lumayan banyak perlengkapan serta logistik merasa cepat lelah.

40 menit pendakianpun kami lewati, sambil saling menyemangati dan membantu yang lain kami terus berjalan ke atas, tapi tiba tiba salah satu anggota kami yaitu Desi merasa pusing dan lemah, tak lama berselang diapun lemas dan tak sadarkan diri. akhirnya kamipun menolongnya dengan membaringkannya di tempat yang rata. Tak lama kemudian satu lagi anggota kami mengalami pusing dan lemas, ya.. kang Choles juga mau tidak mau tumbang di dinginnya malam. Berbekal dengan pengalaman saya yang juga seorang anggota tim tanggap darurat dan pengetahuan Mulia yang memang juga Kuliah di bidang medis, kamipun merawat 2 orang yang roboh tadi.

Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil memulihkan tenaga. sambil bernyanyi dan menghibur satu sama lain suasana yang tadi nya sedikit tegang dan panik akhirnya bisa cair dan hangat kembali. 2 anggota yang tadi nya lemas akhirnya juga bangun dan merasa baikan.


Melihat hal itu, Singgih dengan sigap mulai menyalakan api dari mini cooking gas yang di bawa sebelumnya. Dia memasak air dan membuat beberapa mie instan dan kopi hangat yang sebelumnya kami bawa. Dengan 2 jenis makanan ampuh itu perjalanan kami berubah menjadi lebih bersemangat dari sebelumya.
Setelah di rasa semua nya sudah fit kembali, kami melanjutkan perjalanan mendaki gunung ini kembali. Beberapa kali kami memutuskan untuk istirahat di Pos yang ada di bukit sembari mengumpulkan tenaga yang lama kelamaan terkuras.

Pukul 01.15 pagi akhirnya kami sampai ke pucak gunung matang kaladan ini, di sana ternyata sudah banyak berdiri tenda dari para petualang yang sebelumnya sudah mendaki duluan. terdengar banyak suara lirih obrolan, nyanyian, canda tawa dan cerita cerita yang mereka lakukan. Kamipun segera mencari tempat ntuk mendirikan tenda dan memasang hammock untuk tempat istirahat.

Setelah semua peralatan terpasang kami pun beristirahat untuk memulihkan tenaga. Beberapa jam tidur, pagi pun menyambut kami dengan percikan sinar yang samar samar dari sunrise yang perlahan mulai kelihatan.


Rasa lelah dan beberapa rintangan yang kami lewati sebelumnya pun terasa hilang seketika dengan di manjakan nya kami oleh luar biasanya pemandangan yang tertera di sana. Senyum senyum bangga dan rasa puas itupun tergambar jelas di raut wajah masing masing di antara kami. seakan tidak ingin melewatkan sedetikpun moment itu kami lantas berkeliling dan mencari apa saja yang bisa dinikmati oleh mata ini.

dan berikut beberapa moment yang sempat kami abadikan di sana.





Tak terasa waktu yang kami habiskan di sana, hari pun semakin tinggi dan kami harus segera beranjak untuk turun kembali. Meskipun ingin sekali rasanya masih mengahbiskan waktu di sini, tetapi karena kesibukan dan pekerjaan masing masing dari kami, akhirnya kami memutuskan untuk bersiap siang pulang.
Setelah mengemas semua peralatan kami pun mengambil satu lagi moment sebagai kenang kenangan di Bukit ini.


Jadi bagaimana, tertarik untuk berlibur ke sini ?
Ya, bukit matang kaladan sangat sayang untuk di lewatkan. Untuk kamu yang belum pernah ke tempat ini ataupun yang akan berlibur di daerah kalimantan selatan, bukit matang kaladan adalah salah satu destinasi wisata yang tidak boleh di lewatkan dan harus menjadi salah satu spot yang harus kamu masukkan ke pocket list liburan kamu.

Setelah semuanya siap, dan selesai berdoa kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang.

Tidak sabar rasanya untuk memulai perjalanan petualangan selanjutnya. Terima kasih teman teman (kang Choles, Singgih, Risky, Fajar, Keenan, Desi, Mulia, Fika) untuk perjalanan penderitaan yang menyenangkan. Berharap di lain waktu bisa kembali berpetualang bersama kalian.

See next guys.
Dan terima kasih bagi para pembaca untuk segala kekurangan tulisan ini ataupun saran, silahkan memberikan nya di kolom komentar. semoga bermanfaat.

Komentar

  1. Such a good thing to be here, awalnya iseng buka profil kamu dan akhirnya Nemu blog ini 😂 I think kamu gak akan membaca komen ini karena blog ini udah gak kamu aktifkan lagi, makanya aku berani menulis komentar ku disini, secara personal aku suka personality kamu🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka kamu yg humble, tapi juga jadi salah satu ketidaksukaan ku karena kamu terlalu friendly dengan lawan jenis, mungkin karena kamu asik orangnya jadi bisa dekat dengan siapa saja. Anyway, kamu keren 🙂

      Hapus
  2. Hei, it's me again 🙂 I just Saw ur insta stories, seneng banget bisa lihat pantai apparalang, semoga nanti aku juga bisa kesana, aku harap kamu bahagia seperti aku yang mengagumi kamu, btw happy holiday ya 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, halo.. Apparalang emang se bagus itu. Silahkan jalan-jalan ke sana kalau ada waktu

      Hapus
  3. Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu, tapi itu gak mungkin yah haha kan blog ini sdh tidak aktif, sebenarnya aku melihat no WhatsApp kamu di profil, tapi aku terlalu takut untuk menghubungi 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mohon maaf, karena banyak kesibukan.. sehingga sudah jarang bahkan tidak sempat lagi utk bisa membuat postingan ataupun artikel di situs ini

      Hapus
  4. Hi kak Wan, hihi.. another me again 🙃 sorry spam di blog ini ya 🙏 liburan kali ini balik kampung ya kak? Atau memang gak akan ke kalimantan lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liburan kali ini, saya berlibur ke rumah di sulawesi. Dan alhamdulillah masih balik ke kalimantan utk urusan pekerjaan. Btw terima kasih karena sudah mampir ke blog ini ya. Kalau mau kontak bisa ke dm instagram ya

      Hapus
  5. Liburan kali ini, saya berlibur ke rumah di sulawesi. Dan alhamdulillah masih balik ke kalimantan utk urusan pekerjaan. Btw terima kasih karena sudah mampir ke blog ini ya. Kalau mau kontak bisa ke dm instagram ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Please comment with a grammar that can be understood. Enter your comments and help in building this place. Thank you for reading.

Postingan populer dari blog ini

Mengapa kami tidak aktif?

Apa sih perdamaian itu?